Pusat Ambil Alih Empat Mata pelajaran

Sekolah tak boleh mengubah


JAKARTA—Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan merombak kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Salah satunya mengambil alih pengelolaan empat mata pelajaran. Yaitu, agama, pendidikan kewarganegaraan (PKn), bahasa Indonesia, dan matematika. Sebelumnya, pengelolaan semua mata pelajaran berada di setiap sekolah.

”Ini bocoran saja, belum saya setujui. Sekarang KTSP semuanya diserahkan kepada daerah. Masalah pelajaran mengenai seni budaya, muatan lokal, itu semua diserahkan kepada daerah dan sekolah,” ucap Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh di Jakarta, kemarin (6/5).Menurut Nuh, pengambilalihan dilakukan karena empat mata pelajaran tersebut memiliki ikatan secara nasional. Tiga mata pelajaran (bahasa Indonesia, agama, PKn) adalah penalaran (logika) secara nasional dan umum. Sedangkan untuk matematika, pemerintah tidak mau membedakan materi antardaerah.

”Mulai persamaan simbol matematika dan lain-lain,” kata Nuh. ”Materi-materi lain, seperti bahasa Indonesia, harus disimpulkan secara universal, namun dikomplekskan keindonesiaan secara utuh,” tambah bapak satu anak ini.Jadi, lanjut menteri asal Surabaya itu, pemisahan mata pelajaran yang dipegang pemerintah pusat dan daerah akan menyelesaikan sejumlah pertanyaan di masyarakat. Misalnya, bahasa Inggris akan disesuaikan dengan kondisi kabupaten atau kota bersangkutan.

Selama ini, lanjut mantan rektor ITS tersebut, KTSP langsung diserahkan pemerintah pusat kepada sekolah untuk dikembangkan. Sistem ini memang bagus, tapi tidak semua hal bisa didesentralisasikan. Ada bagian-bagian tertentu yang harus ”dirawat” secara nasional. Dengan dinasionalisasikannya empat mata pelajaran itu, kata Nuh, sekolah tidak boleh menambahkan materi apa pun ke dalamnya. ”PKn tidak boleh ditambah-tambahi dengan case-case (kasus-kasus, Red) macam-macam. Tapi, IPS boleh. IPA juga boleh. Untuk urusan agama, bahasa Indonesia, dan matematika, ini dikunci secara nasional. Jadi, semuanya diawasi,” tegas Nuh. Saat ini Kemendiknas membahas perubahan kurikulum dengan sejumlah pakar. Setelah itu, KTSP baru disosialisasikan (cdl/jpnn/c2/nw)

Sumber : Pontianak Post

1 komentar: